Komponen Penting dalam Fotografi

Komposisi

Halo netizen, kali ini om pepeng akan membahas mengenai fotografi. Untuk kali ini akan coba membahas mengenai komposisi. Komposisi dalam fotografi menjadi kunci utama dari sebuah karya seni fotografi yang baik. Sebuah foto yang terilat bagus terilhat dari isi dan susunan objek dalam foto.
Nah untuk pengertian komposisi itu apa? Banyak para ahli menjelaskan tentang komposisi. Garis besar yang disampaikan para ahli memuat tentang garis besar isi dan susunan dalam sebuah karya foto. Komposisi didefisinikan sebagai suatu susunan penempatan suatu objek dan elemen lainnya dalam sebuah foto atau gambar. Dalam komposisi yang baik dan terlihat bagus adalah susunan isinya terlihat detail.
Terlalu sedikit unsur dalam komposisi akan memperburuk sebuah karya seni fotografi. Dengan adanya sedikit unsur akan memngganggu keseimbangan gambar. Dan juga terlalu banyak elemen juga akan terlihat mengganggu. Maka dari itu sebuah komposisi yang bagus adalah memastikan semua elemen yang diperlukan hadir agar bisa menyampaikan gagasan atau cerita yang akan disampaikan.
Ada berbagai teknik yang dipakai untuk menentukan komposisi dalam fotografi. Teknik dipakai untuk mencapai rasa kesatuan dalam sebuah karya seni.  Sebuah karya akan terlihat menyenangkan dimata jika unsur didalamnya diatur dengan komposisi yang seimbang.
Beberapa teknik fotografi sebagai berikut.
1.       Rasio Emas.
2.       Aturan sepertiga
3.       Aturan ganjil
4.       Aturan ruang
5.       Penyederhanaan
6.       Simetri dan asimetri
7.       Ditengah

Pencahayaan

Untuk komponen fotografi yang kedua adalah pencahayaan. Karena dalam fotografi memiliki arti menggambar dengan cahaya. Berarti cahaya menjadi kunci utama dalam fotografi. Pengambilan pencahayaan yang baik akan mempengaruhi hasil dari fotografi.
Untuk mendapatkan foto yang yang berkualitas, ada 3 komponen utama, yaitu exposure time, aperture, dan ISO Value.

1.       Exposure Time.

Exposure time adalah pilihan untuk memperbaiki pencahayaan foto, terutama dalam kondisi pencahyaan yang buruk. Namun penggunanaan exposure time ini juga ada dampaknya. Untuk penggunaan exposure time yang panjang akan menyebabkan benda yang bergerak dan cahaya akan menimbulkan coretan.
Tetapi ada juga yang memanfaatkan exposure yang lama untuk fotografi, contohnya adalah light painting.

2.       Aperture

Adalah bukaan diafragma pada lensa kamera.  Dengan adanya aperture kita dapat mengatur jumlah lintasan cahaya yang masuk ke kamera. Biasanya tanda atau lambang dalam aperture ditulis dengan “f/angka” contohnya f/2.8, f/1.8. Angka yang ada dibelakang f/ menujukan besaran bukaan diafragma lensa. Semakin kecil angka dibelakang, maka semakin besar bukaan diafragmanya.

3.       ISO Value

Selain exposure dan aperture, yang mempengaruhi pencahayaan adalah ISO. ISO berkaitan dengan sensivitas sensor. Semakin tinggi angkanya maka semakin sensiti sensornya terhadap cahaya. ISO digunakan dalam kondisi lingkungan yang minim cahaya. Namun ISO yang tinggi akan mengakibatkan nosie pada foto. Untuk meminimalkan noise yang ada maka dapat dipadukan dengan exposure time yang lama.
Okelah sahabat om pepeng,  itulah gambaran sederhana mengenai komponen dalam fotografi. Dilain waktu akan dicoba dibahas yang lebih mendetail. Dilain waktu dan kesempatan akan saya coba lengkapi.  Terima kasih atas kunjungannya

0 Response to "Komponen Penting dalam Fotografi "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel